logo

Panduan untuk Perhitungan Kapasitas Chiller untuk Pendingin Industri

December 10, 2025

blog perusahaan terbaru tentang Panduan untuk Perhitungan Kapasitas Chiller untuk Pendingin Industri

Chiller industri, juga dikenal sebagai unit pendingin atau mesin air es, adalah peralatan penting yang menurunkan suhu air atau pendingin cair lainnya melalui siklus pendingin.Sistem ini memainkan peran penting dalam proses manufaktur termasuk cetakan plastik, pembuatan logam, dan produksi kimia, di mana menjaga suhu yang tepat memastikan kualitas produk dan efisiensi operasional.

Pemilihan kapasitas pendingin yang tepat merupakan tantangan teknis yang signifikan.sementara oversized chiller membuang energi dan meningkatkan biaya modalPanduan ini memberikan pendekatan sistematis untuk mengukur permintaan pendinginan dan memilih peralatan berukuran yang tepat.

Perhitungan beban panas: Dasar Desain Sistem Pendingin

Penentuan beban panas yang akurat - jumlah energi panas yang perlu dihilangkan - merupakan dasar pemilihan pendingin.Perhitungan ini harus memperhitungkan beberapa faktor termasuk sifat material, parameter proses, dan disipasi panas peralatan.

1. Perhitungan beban panas berbasis bahan

Metode ini berlaku untuk proses yang melibatkan pemanasan bahan, pendinginan, atau perubahan fase.dan panas laten transformasi.

Rumus kunci:

Q = m × c × ΔT + m × ΔH

Di mana:

  • Q: beban panas (BTU/jam)
  • m: Tingkat aliran massa material (lb/jam)
  • c: Kapasitas panas spesifik (BTU/lb·°F)
  • ΔT: Diferensial suhu (°F)
  • ΔH: Panas laten dari perubahan fase (BTU/lb)

Langkah Pelaksanaan:

  1. Tentukan tingkat throughput material
  2. Mendapatkan sifat panas khusus material
  3. Mengukur atau menentukan perubahan suhu
  4. Akuntansi untuk setiap transisi fase
  5. Menghitung beban termal total

Contoh Praktis:Proses injeksi plastik yang menangani 100 lb/jam bahan (c=0.4 BTU/lb·°F) dengan kenaikan suhu 80°F sampai 180°F menghasilkan 4.000 BTU/jam.600 BTU/jam.

2. Perhitungan berdasarkan aliran pendingin (Metode MCΔT)

Pendekatan ini mengukur kinerja sistem pendingin yang ada melalui aliran cairan pendingin dan perubahan suhu.

Rumus sederhana:

Q = GPM × 500 × ΔT

Di mana:

  • GPM: Aliran pendingin (galon/menit)
  • ΔT: Perbedaan suhu pendingin (°F)

Contoh aplikasi:Sebuah sistem dengan aliran 40 GPM dan penurunan suhu 97 ° F sampai 60 ° F membutuhkan kapasitas pendingin 740.000 BTU / jam.

Mengkonversi beban panas ke kapasitas pendingin

Standar industri mengukur kapasitas pendingin dalam ton pendingin (RT), di mana 1 RT sama dengan 12.000 BTU/jam. Rumus konversi:

RT = Q / 12,000

Kebutuhan 240.000 BTU/jam berarti kapasitas 20 RT.

Faktor Penyesuaian Lingkungan

Kondisi dunia nyata mengharuskan penyesuaian kapasitas:

  • Suhu pendingin:Setiap 1 ° F di atas kondisi standar 50 ° F mengurangi kapasitas sebesar ~ 2%.
  • Suhu lingkungan:Setiap kenaikan 1 ° F mengurangi kapasitas sebesar ~ 1%.
  • Ketinggian:Setiap ketinggian 1.000 kaki mengurangi kapasitas sebesar ~ 3%.
Kriteria Pemilihan untuk Kinerja Optimal
  • Sesuaikan jenis pendingin (dingin udara/air, sekrup/sentrifugal) dengan kebutuhan aplikasi
  • Pertimbangkan kecanggihan kontrol (manual/otomatis/PLC)
  • Evaluasi opsi efisiensi energi seperti drive kecepatan variabel
  • Pilih produsen yang memiliki reputasi baik untuk keandalan
  • Sertakan margin kapasitas yang wajar untuk kebutuhan masa depan

Spesifikasi pendingin yang tepat membutuhkan analisis yang cermat terhadap beban termal dan kondisi operasi.Metode ini memungkinkan produsen untuk mencapai keandalan produksi dan efisiensi energi dalam sistem pendingin mereka.

Hubungi kami
Kontak Person : Mr. Zhang
Tel : 15012699306
Karakter yang tersisa(20/3000)